Minggu, Desember 08, 2013

1. Definisi dan Keutamaan Berdoa







Doa menurut bahasa berarti memanggil, menyeru dan memohon. Menurut istilah syar’iy, berdoa berarti memohon segala kebaikan kepada Alloh. Dari sini dapat dipahami, bahwa tidak setiap permohonan dapat disebut doa, hanya permohonan yang ditujukan kepada Allah semata, dan yang dimohon adalah suatu kebaikan, itulah yang dapat disebut doa. Dengan demikian, memohon sesuatu kebaikan kepada seseorang (selain Allah) tak dapat disebut doa. Demikian pula memohon keburukan atau kejahatan, bukanlah suatu doa.
Berdoa merupakan perintah agama. Hanya orang sombong saja yang tidak mau berdoa. Karena Berdoa merupakan bentuk pernyataan kelemahan seseorang dihadapan Allah. Sangat wajar, jika orang yang tak pernah berdoa tergolong sombong.  Allah berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permohonanmu. Sungguh, orang-orang sombong untuk tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina" (QS Al-Mukmin : 60).
Berdoa juga sebagai perwujudan dari penghambaan (ibadah) seseorang kepada Allah. Bahkan, doa adalah otaknya ibadah (ad-du'a-u muh-hul 'ibadah. / HR. Tirmidzi). Sementara ibadah dilakukan setiap saat, karenanya, berdoa perlu dilakukan setiap saat dan dalam situasi-kondisi apapun, tidak cukup dilakukan pada saat – misalnya - "kepepet", tertimpa musibah, dan sejenisnya. Kata Kanjeng Nabi SAW: "Siapa yang suka doanya dikabulkan Alloh di saat kepepet, hendaklah ia memperbanyak doa di saat luang" (HR Tirmidzi dan Hakim).









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Doa Memulai dan Mengakhiri Belajar – (199)

    a. Memulai Belajar dengan membaca :   رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا, وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ نَبِـيًّا   وَرَسُوْلاً. ...