Rabu, Desember 11, 2013

21. Doa-Dzikir Menjelang Tidur


بسم الله الرحمن الرحيم.

Saya izinkan dan ijazahkan kepada siapa saja yang menginginkan hizib atau dzikir & doa ini untuk diamalkan, di-download, di-share, diperbanyak, dicetak atau disebarluaskan dalam rangka untuk taqorrub & لابتغاء مرضات الله. 

Semoga ada berkah dan manfaatnya, لي ولكم ولاهل بيتي وذرياتي

نسال الله بها العفو و  العافية، والبركة، والقبول، وتيسير الارزاق والامور، ولدفع البلاء والوباء، وخيري الدنيا والاخرة 



Doa-Dzikir yang sebaiknya dibaca sebelum / menjelang tidur banyak ragamnya. Anda bisa melakukan/membaca sebagiannya, dan bisa melakukan semuanya, jika memang punya kesempatan dan itu yang terbaik. Diantaranya :

1.   Sebelum tidur, disunnahkan berwudhu terlebih dahulu, kemudian membersihkan dan mengibasi ranjangnya dengan kain sarung bagian dalamnya. Selanjutnya berbaring di atas lambung kanannya sambil berdoa :

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ , وَ بِكَ أَرْفَعُهُ. إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَ إِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْن.
Bismika wadha’tu janbii wa bika arfa’uhu. In amsakta nafsii farhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazhu bihii ‘ibaadakas-shaalihiin.
Artinya : “Dengan menyebut asma’-Mu, wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku. Dan dengan-Mu aku bangun tidur. Jika Engkau memegang nyawaku, rahmatilah ia, dan jika Engkau  melepasnya (mencabutnya), peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang sahlih”. (HR Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah ra).


2.   Doa sebelum tidur lainnya :


بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَ بِاسْمِكَ أَمُوْتُ
Bismikalloohumma ahyaa wa amuutu.
Artinya : “Dengan menyebut asma`-Mu, Ya Allah, aku hidup dan mati(HR Bukhari, dari Abu Dzarr dan Hudzaifah).


3.   Membaca Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nas
Setiap kali berada di atas ranjangnya pada setiap malam, Rasulullah saw selalu menggabungkan kedua telapak tangan dan meniupnya setelah dibacakan surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, kemudian diusapkan ke seluruh anggota badan yang terjangkau, yang dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau saw bengulangi perbuatan ini sampai tiga kali. (HR Bukhari dan Muslim, dari ‘Aisyah ra).

Surat al-Ikhlash :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(1)اللَّهُ الصَّمَدُ(2)لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(3)وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ(4)
Qul huwalloohu ahad. Alloohus-shamad. Lam yalid walam yuulad walam yakun lahuu kufuwan ahad
Artinya : “Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".(QS al-Ikhlash,[112] : 1-4)

Surat al-Falaq :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ(1)مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ(2)وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ(3)وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ(4)وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ(5)
Qul a’uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wamin syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wamin syarrin-naffaatsaati fil ‘uqad. Wamin syarri haasidin idzaa hasad.
Artinya : “Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki". (QS al-Falaq : [113] : 1-7).

Surat an-Nas :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(1)مَلِكِ النَّاسِ(2)إِلَهِ النَّاسِ(3)مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(4)الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(5)مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ(6)
Qul a’uudzu birabbin-naas. Malikinnaas. Ilaahinnaas. Min syarril waswaasil khannas. Alladzii yuwaswisu fii shuddurinnaas. Minal jinnati wannaas.
Artinya : “Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. dari (golongan) jin dan manusia.” (QS an-Nas,[114] : 1-6).


4.   Membaca Ayat Kursiy.
Rasulullah saw bersabda, orang yang membaca ayat tersebut sebelum tidurnya, akan mendapatkan penjagaan dan setan-setan tidak akan berani mendekatinya sampai pagi. (HR Bukhari, dari Abu Hurairah ra).
Ayat Kursiy :
اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ , لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ  يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta`khudzuhuu sinatun walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardh. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.
Artinya : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa`at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS al-Baqarah,[2] : 255).


5.  Membaca QS Al-Kafirun.
Rasulullah saw bersabda, “Bacalah surat al-Kafirun, kemudian tidurlah setelah membacanya. Karena surat tersebut merupakan pembebas dari kemusyrikan(HR Abu Dawud, dan at-Tirmidzi).
Bacaan surat al-Kafirun :
قُلْ يَاأَيُّهَا الْكَافِرُونَ(1)لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ(2)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(3)وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ(4)وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ(5)لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ(6)
Qul yaa ayyuhal kaafiruun. Laa a’budu maa ta’buduun. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Walaa ana ‘aabidum-maa ‘abadtum. Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud. Lakum diinukum waliyadiin.
Artinya:  “Katakanlah: "Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang : pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku". (QS al-Kafirun,[109] : 1-6).


6. Membaca bacaan tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 33x. (HR Bukhari dan Muslim)
سبحان الله (33×). الحمد لله (33×). ألله أكـبر (33×)
Sub-haanallooh (33x). Alhamdulillaah (33x). Alloohu Akbar (33x).
Artinya : “Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Allah Mahabesar”.


7. Membaca Doa Mohon Perlindungan Dari Segala Bahaya
Salah seorang sahabat pernah mengadukan halnya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah! Tadi malam aku disengat hewan berbisa, sehingga aku tidak bisa tidur sampai pagi”. “Hewan apa yang menyengatmu?”, tanya beliau. “Kalajengking”, jawabnya. Beliau saw bersabda, “Ingatlah, sekiranya sejak sore hari engkau membaca  
:
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa khalaq
Artinya: “Aku berlindung dengan perantaraan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa saja yang diciptakan-Nya
Maka tentu tiada sesuatu pun yang bisa membahayakanmu, Insya Allah”. (HR Abu Dawud).





4 komentar:

  1. Alhamdulillah setelah saya memamca ayat-ayat tersebut akhirnya saya bisa tidur nyenyak.Terimakasi

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah untuk amalan tambahan pengetahuan. Terima kasih.

    BalasHapus

Doa Memulai dan Mengakhiri Belajar – (199)

    a. Memulai Belajar dengan membaca :   رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا, وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ نَبِـيًّا   وَرَسُوْلاً. ...