Minggu, Desember 08, 2013

2. Berdoa Dan Semangat Bekerja





Untuk meraih sesuatu yang dicita-citakan, Islam mewajibkan seseorang untuk berikhtiyar (QS Ar-Ra'd,[13]: 11) baik secara lahir (usaha fisik) maupun batin, dan berdoa merupakan bentuk dari ikhtiyar batin itu sendiri. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Artinya, berusaha perlu diiringi dengan berdoa, berdoa harus dibarengi dengan usaha. Setelah itu, baru bertawakkal, alias sikap menyerahkan sukses-tidaknya hasil usahanya pada takdir (qodho'-qodar) Alloh. Karena segala sesuatu yang terjadi di alam ini tak lepas dari ketentuan-Nya. (QS 25 : 2; QS 65 : 3).
Dengan kata lain, manusia hanya sekedar berusaha (untuk bisa hidup) dan –pada akhirnya- Alloh lah yang menentukan. Ada benarnya syair gubahan KH Ali Makshum berikut :
Kulo gesang tanpo nyono
Kulo boten nggadah sejo
Mung kersane kang Kuwoso
Gesang kulo mung sak dermo.
Maka tidak dapat dibenarkan jika seseorang hanya berpasrah total kepada Alloh tanpa mau bekerja dan berdoa; atau hanya bekerja saja tanpa diiringi dengan doa dan tawakkal; atau berdoa saja tanpa mau bekerja dan bertawakkal. Sayyidina Umar bin Khotthob pernah mengusir dari masjid seseorang yang setiap harinya hanya berdoa, tanpa mau bekerja, sembari menasehati: "Alloh tidak akan menjatuhkan emas dari langit kepadamu".
Wal hasil, orang yang getol berdoa, semestinya ia juga giat bekerja; dan orang yang bekerja keras, seharusnya ia tidak lupa berdoa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Doa Memulai dan Mengakhiri Belajar – (199)

    a. Memulai Belajar dengan membaca :   رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا, وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ نَبِـيًّا   وَرَسُوْلاً. ...