Minggu, Desember 08, 2013

4. Kenapa Doa Tak Terkabul ?





Seseorang terkadang berputus asa, atau menyalahkan Allah, pada saat doa yang lama ia panjatkan tak kunjung dikabulkan. “Aku sudah berahun-tahun berdoa, kenapa Allah tidak mengabulkan. Bukankah Dia sudah berjanji, bahwa setiap doa tentu akan didengar atau dikabulkan!”, komentarnya.
Sebagai orang yang beriman, semestinya ia tidak keburu menyalahkan Tuhan, akan tetapi hendaknya segera ber-introspeksi diri, sudahkah ia memenuhi ketentuan syarat dan adab berdoa? Jika belum memenuhinya, segeralah memenuhi ketentuannya, dan jika merasa telah memenuhi ketentuan tersebut, hendakanya berkhusnu-zhon (berprasangka baik), bahwa Alloh belum mengabulkan doanya itu adalah demi kebaikan dirinya.
Sabda Rosululloh: “Tiada seorang muslim pun yang berdoa dalam kondisi ia tidak melakukan dosa dan tidak memutus hubungan shilaturrahim, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga pilihan. Yakni: 1) adakalanya disegerakan pengkabulan doanya di dunia;  2) Peng-kabulan doanya ditunda di akhirat;  dan 3) adakalanya Alloh menghindarkan orang itu dari keburukan/balak-bencana, (sebagai pengganti dari doa yang tak terkabul itu)”. (HR Ahmad, Abu Ya’la, dan Hakim. Sanadnya Sahih).
Seseorang pernah mengadukan kepada Ibrahim bin Adham perihal doanya yang tak kunjung dikabulkan. Jawab Ibrahim, “Penyebabnya ada sepuluh kemungkinan: 1) Anda mengaku mengenal Alloh, tetapi hak-hak-Nya justru sering Anda langgar; 2) Anda mengaku mencintai Rosululloh, tetapi sunah-nya tidak dilakukan; 3) Anda suka membaca Al-Qur’an, tetapi kandungannya tidak diamalkan;  4) Anda akui syetan sebagai musuh, tetapi perbuatan Anda justru persis dengan setan;  5) Anda mohon dijauhkan dari neraka, tetapi Anda justru suka berbuat dosa dan maksiat;  6) Anda mohon dimasukkan ke surga, tetapi Anda tidak beramal sholih;  7) Anda sibuk mengoreksi aib orang lain, tetapi aib sendiri justru dilupakan; 8) Anda yakin, kematian pasti akan datang, tetapi Anda tidak mempersiapkan bekal amal sholih; 9) Anda ikut menguburkan orang mati, tetapi tidak mengambil I’tibar / pelajaran dari peristiwa kematian;  10) Anda merasa banyak menerima nikmat dari Alloh, tetapi tidak pernah bersyukur. Jika demikian keadaannya, bagaimana mungkin doa Anda akan terkabul?”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Doa Memulai dan Mengakhiri Belajar – (199)

    a. Memulai Belajar dengan membaca :   رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا, وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ نَبِـيًّا   وَرَسُوْلاً. ...