Senin, Juni 02, 2014

84. Doa Dzikir Hauqalah dan Fadhilahnya




Biasakan membaca :
لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالَّلهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.


Artinya: “Tiada daya dan tiada kekuatan, selain dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Rasulullah saw. selalu memerintahkan dan mendo-rong kaum muslimin agar sering membaca bacaan dzikir "Hauqalah" di atas, karena ia dapat menyingkirkan tujuh puluh macam bencana, minimal susah; bahwa ia merupakan salah satu gudang simpanan surga; bahwa ia merupakan obat penyembuh bagi sembilan puluh sembilan macam penyakit; bahwa ia merupakan tanaman surga; bahwa ia menjadi sebab terjaganya kenikmatan; siapa saja yang terbiasa membacanya seratus kali setiap hari, maka ia tidak akan tertimpa kemiskinan; dan bahwa ia merupakan penolak tujuh puluh macam bahaya, yang terendah adalah bahaya kefakiran.




83. Doa Dzikir Hasbalah dan Fadhilahnya




Biasakanlah membaca Hasbalah  setiap hari, karena fadhilahnya sangat banyak, diantaranya terpeliharanya nikmat yang sudah ada, memancing bertambahnya rizki dan anugerah Allah, terjaga keamanannya dari setiap musuh, dan masih banyak lagi.
Bacaan Hasbalah :
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil.


Artinya:“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS Ali Imran,[3] : 173)

Penjelasan :
Sebagian ulama salaf menjelaskan tata cara membacanya dengan bilangan yang berbeda. Diantara mereka ada yang membacanya setiap hari sebanyak 450 kali, 950 kali, 4000 kali, 7000 kali, dan bahkan ada yang 19.000 kali. Tata cara semacam ini lebih didasarkan oleh kemakrifatan, kesungguhan, dan pengalaman batin mereka. Namun yang termasyhur adalah bilangan 450 kali. Walloohu a’lam.

حَسْبِيَ اللَّهُ  لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ  عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ  الْعَظِيْمِ

Hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-’arsyil ‘azhiim

Artinya:“Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung.” (QS at-Taubah,[9] : 129).

Rasulullah saw. bersabda, bahwa siapa saja yang membacanya di pagi hari tujuh kali dan sore hari tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa saja dari urusan dunia dan akhirat yang ia butuhkan, baik ia meyakini khasiatnya, maupun membohonginya.

82. Surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nas dan Fadhilahnya





a. QS Al-Ikhlash
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.  قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya :
1.  Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2.  Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3.  Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4.  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."



QS Al-Falaq :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.   قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَق . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ  . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Artinya :
1.  Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
2.  Dari kejahatan makhluk-Nya,
3.  Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita,
4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul[1609],
5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."

[1609]  Biasanya tukang-tukang sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.



QS An-Nas :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.  قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاس . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس 

Artinya :
1.  Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2.  Sembahan manusia.
4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
6.  Dari (golongan) jin dan manusia.
 

Bacalah secara rutin surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas. Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membacanya (ketiga surat tersebut) tiga kali pada waktu pagi dan tiga kali pada waktu sore, maka segala sesuatunya akan dicukupi Allah”.

Penjelasan :
Didalam kitab Abwabul Faraj ditambahkan mengenai fadhilah dan keistimewaan surat Al-Ikhlas. Bahwa ia merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang memiliki banyak keutamaan. Seluruh ayatnya memuat ajaran tentang Keesaan Allah dan menolak segala bentuk kemusyrikan. Keutamaan lainnya dapat kita simak dari beberapa hadis Nabi berikut.
Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat al-Ikhlash tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu sore, ia akan terjaga dari berbagai bentuk bahaya”.
Beliau saw. bersabda, “Apakah kamu merasa tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur’an dalam waktu satu malam?”. Para sahabat merasa keberatan balik bertanya, “Ya Rasulallah! Siapa orangnya diantara kami yang mampu melakukannya?”. Beliau saw bersabda, “Qul Huwalloohu ahad...(sampai akhir surat al-Ikhlash) adalah sepertiga Al-Qur’an”. (HR Al-Bukhari).
Abu Hurairah ra. menceritakan, bahwa sewaktu Rasulullah saw. mendengar seseorang membaca surat al-Ikhlash, beliau lalu berkomentar, “Dia wajib!”. Ia bertanya, “Apanya yang wajib?” Beliau saw. bersabda, “Dia wajib masuk surga”.
Imam at-Turmudzi meriwayatkan sebuah hadis, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang sebelum tidur membaca surat Al-Ikhlash seratus kali, maka pada hari kiamat nanti Allah swt. berfirman (kepadanya),Hai hambaku! Masuklah ke surga”.
Surat al-Ikhlash berkhasiat mendatagkan rizki yang banyak. At-Thabrani mentakhrij hadis dari Jarir bin Abdullah, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat al-Ikhlash sewaktu memasuki rumahnya, maka penghuninya tidak mengalami kemiskinan”. (sanadnya dha’if).
Al-Hafizh Abu Musa al-Madini meriwayatkan dari Sugail bin Sa’ad, bahwa seseorang pernah mendatangi Rasulullah saw seraya mengadukan kemiskinan dan kesulitan mencari penghidupan Beliau saw lalu memberi saran kepadanya, “Jika kamu memasuki rumahmu, ucapkan salam, baik didalamnya ada orangnya atau tidak ada, lalu ucapkan salam kepadaku (= Assalaamu ‘alaika, yaa Rasuulallah), terus bacalah surat al-Ikhlash sekali”.
Setelah orang itu melaksanakan saran beliau saw, Allah swt memberinya rizki yang berlimpah ruah, sampai-sampai tetangga dan kerabatnya ikut kecipratan rizki tersebut. (Sanad-nya dha’if).
Meskipun ber-sanad dha’if, kedua hadis ini dapat berfungsi sebagai fadhailul a’mal, tidak mengapa diprak-tekkan dalam kehidupan sehari-hari, asal tidak berkeya-kinan bahwa hadis ini benar-benar ditetapkan oleh Rasulullah saw..





81. Doa Shalat Istikhoroh




Shalat Istikharah adalah shalat sunnah dua rekaat yang dikerjakan mana kala seseorang menemui persoalan atau merasa bimbang terhadap beberapa pilihan, mana yang baik dan mana yang tidak. Adapun persoalan yang sudah diketahui kebaikannya, seperti masalah ibadah dan masalah yang jelas diperintahkan atau dilarang Allah dan Rasulullah saw, maka tidak perlu dimintakan petunjuknya melalui shalat istikharah ini. Ringkas kata, yang perlu dimintakan petunjuknya melalui shalat istikharah adalah persoalan yang tidak menyangkut masalah perintah dan larangan agama.
Shalat istikharah boleh dilakukan berulang kali, lebih dari sekali, sampai memperoleh petunjuk yang dikehendaki. Surat yang dibaca pada rekaat pertama setelah surat al-Fatihah adalah surat al-Kafirun, dan rekaat kedua surat al-Ikhlash.
Doa yang dibaca setelah shalat istikharah :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ  بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ, إنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَ قْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنّ هَذَا الأَمْرَ .......... خَيْرٌ لِى فِى دِيْنِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وِيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيْهِ. وَإِنْ  كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَ مْرَ شَرٌّ لِى فِى دِيْنِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فاَصْرِفْهُ عَنِّى فَاقْدُرْهُ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ

Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as-aluka bifadhlikal-’azhiimi. Innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Alloohumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra ... (sebutkan apa hajat, persoalan, dan problem Anda yang perlu dipecahkan) ... khairun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdur-hu lii wa yassir-hu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrif-hu ‘annii, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radh-dhinii bihi.

Artinya: “Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu pilihan berda-sarkan Ilmu Pengetahuan-Mu, aku mohon kepada-Mu keputusan dengan kekuasaan-Mu, dan aku mohon sebagian karunia-Mu yang agung. Karena Engkau kuasa dan aku tidak kuasa, Engkau tahu dan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah! Jika Engkau tahu, bahwa persoal-anku ini, yaitu... (sebutkan apa persoalan dan problem Anda)... adalah baik bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku dan akibat dari urusanku, maka takdirkanlah (putuskan) ia untukku dan mudahkanlah ia untukku, kemudian berkahilah aku didalamnya. Jika Engkau tahu, bahwa persoalanku tersebut buruk (tidak baik) bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akibat urusanku itu, maka palingkanlah ia dariku, jauhkan aku darinya, dan takdirkanlah yang baik untukku dimana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha meneri-manya”. (HR Al-Bukhari).




Doa Memulai dan Mengakhiri Belajar – (199)

    a. Memulai Belajar dengan membaca :   رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا, وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ نَبِـيًّا   وَرَسُوْلاً. ...