Tampilkan postingan dengan label Doa Andalan Para Kiyai dan habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa Andalan Para Kiyai dan habaib. Tampilkan semua postingan

Minggu, November 23, 2014

101. DOA TAWASSUL





بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ وَاَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ  صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ, يَامُحَمَّدُ يَانَبِيَّ الرَّحْمَةِ, إِنِّى تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّى فِى حَاجَتِى هَذِهِ لِتُقْضِيَ لِى, ...... اَللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ وَشَفِّعْنِى فِى نَفْسِى.

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma inni as-aluka wa atawajjahu ilaika binabiyyika mu-hammadin shallalloohu ‘alaihi wasallam nabiyyir-rahmah. Yaa muhammad, yaa nabiyyar-rahmah, innii atawajjahu bika ilaa rabbii fii haajatii hadzihii lituqdhaa lii .... (Sebutkan apa keperluan, permintaan atau hajat Anda). Alloohumma fasyaffi’hu fiyya wasyaffi’nii fii nafsii.

Artinya : “Dengan menyebut asma’ Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.  Ya Allah aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan perantaraan Nabi-Mu Muhammad saw, Nabi pem-bawa rahmat. Wahai Muhammad! Wahai Nabi pembawa rahmat! Aku menghadap dengan peran-taraanmu kepada Tuhanku dalam urusan hajat keperluanku ini agar dikabulkan.... (sebutkan apa hajat Anda).  Yaa Allah! Berilah beliau syafaat untukku dan berilah aku syafaat untuk diriku sendiri”.




Senin, Juni 02, 2014

81. Doa Shalat Istikhoroh




Shalat Istikharah adalah shalat sunnah dua rekaat yang dikerjakan mana kala seseorang menemui persoalan atau merasa bimbang terhadap beberapa pilihan, mana yang baik dan mana yang tidak. Adapun persoalan yang sudah diketahui kebaikannya, seperti masalah ibadah dan masalah yang jelas diperintahkan atau dilarang Allah dan Rasulullah saw, maka tidak perlu dimintakan petunjuknya melalui shalat istikharah ini. Ringkas kata, yang perlu dimintakan petunjuknya melalui shalat istikharah adalah persoalan yang tidak menyangkut masalah perintah dan larangan agama.
Shalat istikharah boleh dilakukan berulang kali, lebih dari sekali, sampai memperoleh petunjuk yang dikehendaki. Surat yang dibaca pada rekaat pertama setelah surat al-Fatihah adalah surat al-Kafirun, dan rekaat kedua surat al-Ikhlash.
Doa yang dibaca setelah shalat istikharah :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ  بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ, إنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَ قْدِرُ, وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ, وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنّ هَذَا الأَمْرَ .......... خَيْرٌ لِى فِى دِيْنِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وِيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيْهِ. وَإِنْ  كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَ مْرَ شَرٌّ لِى فِى دِيْنِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فاَصْرِفْهُ عَنِّى فَاقْدُرْهُ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ

Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as-aluka bifadhlikal-’azhiimi. Innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Alloohumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra ... (sebutkan apa hajat, persoalan, dan problem Anda yang perlu dipecahkan) ... khairun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, faqdur-hu lii wa yassir-hu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii, fashrif-hu ‘annii, waqdur liyal khaira haitsu kaana, tsumma radh-dhinii bihi.

Artinya: “Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu pilihan berda-sarkan Ilmu Pengetahuan-Mu, aku mohon kepada-Mu keputusan dengan kekuasaan-Mu, dan aku mohon sebagian karunia-Mu yang agung. Karena Engkau kuasa dan aku tidak kuasa, Engkau tahu dan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah! Jika Engkau tahu, bahwa persoal-anku ini, yaitu... (sebutkan apa persoalan dan problem Anda)... adalah baik bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku dan akibat dari urusanku, maka takdirkanlah (putuskan) ia untukku dan mudahkanlah ia untukku, kemudian berkahilah aku didalamnya. Jika Engkau tahu, bahwa persoalanku tersebut buruk (tidak baik) bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akibat urusanku itu, maka palingkanlah ia dariku, jauhkan aku darinya, dan takdirkanlah yang baik untukku dimana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha meneri-manya”. (HR Al-Bukhari).




Jumat, April 04, 2014

69. ROTIBUL ATTHOS, Amalan Wirid Habib Umar bin Abdurrahman Al-Atthos (KSA - 7) *


بسم الله الرحمن الرحيم.

Saya izinkan dan ijazahkan kepada siapa saja yang menginginkan hizib atau dzikir & doa ini untuk diamalkan, di-download, di-share, diperbanyak, dicetak atau disebarluaskan dalam rangka untuk taqorrub & لابتغاء مرضات الله. 

Semoga ada berkah dan manfaatnya, لي ولكم ولاهل بيتي وذرياتي

نسال الله بها العفو و  العافية، والبركة، والقبول، وتيسير الارزاق والامور، ولدفع البلاء والوباء، وخيري الدنيا والاخرة 



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta-’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni`mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS al-Fatihah : 1-7)

أَعُوذُ بِالله السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  (3 ×)
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasy-syaithaanir-rajiim (Dibaca 3 x).
Aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْءَانَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ اْلاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ . هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ . هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ.
Lau anzalnaa haadzal qur-aana ‘alaa jabalin lara-aitahuu khaasyi’an mutashaddi’an min khasy-yatillaah, watilkal amtsaalu nadhribuhaa linnaasi la’allahum yatafakkaruun. Huwalloo-hulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi was-syahaadati huwarrahmaanurrahiim. Hu-walloohulladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus-salaamul mukminul muhaiminul ‘aziizul jabbaarul muta-kabbir, sub-haanalloohi ‘ammaa yusyrikuun. Huwalloohul khaaliqul baari-ul mushawwiru lahul asmaa-ul husnaa, yusabbihu lahuu maa fis-samaawaati wal ardhi wahuwal ‘aziizul hakiim.
“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempu-nyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS al-Hasyr : 21-24).

أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  (3×)
A’uudzu billaahis samii’il ‘aliimi minasysyaithaa-nir-rajiim ( 3 x).
Aku memohon perlindungan kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk.

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.  (3×).
A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq ( 3 x).
Aku berlindung dengan perantaraan kalimat-kalimatnya Allah yang sempurna dari kejahatan apa saja yang Dia ciptakan.

بِسْمِ اللهِ الَّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).
Bismillaahilladzii laa yadhurru ma’as mihii syai-un fil ardhi walaa fis-samaa-i wahuwas-samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x). 
Dengan menyebut Asma’ Allah Yang tidak membahayakan bersamanya sesuatu pun di bumi dan tidak pula (sesuatu pun berbahaya) di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ (3×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim (10 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

بِسْمِ اللَّهِ تَحَصَّنَّا بِاللَّهِ, بِسْمِ اللَّهِ  تَوَكَّلْنَا عَلَى الله (3×).
Bismillaahi tahash-shannaa billaah. Bismillaahi tawakkalnaa ‘alallooh (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah, kami membentengi diri dengan Allah. Dengan menyebut nama Allah, kami bertawakkal kepada Allah.

بِسْمِ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ, وَ مَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ  لاَخَوفٌ عَلَيْهِ(3×).
Bismillaahi aamannaa billaah. Wa man yukmin billaahi laa khaufun ‘alaih (Dibaca 3x).
Dengan menyebut nama Allah, kami beriman kepada Allah. Barangsiapa yang beriman kepada Allah, maka tiada kekuatiran atasnya.

سُبْحَانَ اللهِ عَزَّ اللهُ, سُبْحَانَ اللهِ جَلَّ اللهُ (3×)
Sub-haanalloohi ‘azzallooh, Sub-haanalloohi jal-lallooh (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah, Maha Mulia Allah. Maha Suci Allah, Maha Agung Allah.

سُبْحَانَ اللهِ  وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْم  (3×).
Sub-haanalloohi wabihamdih, Sub-haanalloohil ‘azhiim (Dibaca 3 x).
Maha Suci Allah dan dengan segala pujian bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.

سُبْحَانَ الله وَالحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ  (4×).
Sub-haanalloohi wal hamdulillaahi walaa ilaaha illalloohu walloohu akbar (Baca 4x).
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.

يَالَطِيْفًا بِخَلْقِهِ, يَا عَلِيْمًا بِخَلْقِهِ, يَا خَبِيْرًا بِخَلْقِهِ, أُلْطُفْ بِنَا يَالَطِيْفُ يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ (3×).
Yaa lathiifan bikhalqihii, Yaa ‘aliiman bikhalqihii, Yaa khabiiran bikhalqihii. Ulthuf binaa yaa lathiifu yaa ‘aliimu yaa khabiir (3 x).
Wahai Tuhan Yang Maha Lemah Lembut kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Mengetahui kepada makhluk-Nya. Wahai Yang Maha Waspada kepada makhluk-Nya. Berilah kami (perlakuan) lemah lembut-Mu, Wahai Yang Lemah Lembut, Wahai Yang Maha Mengetahui, WahaiYang Waspada.

يَالَطِيْفًا لمَ يَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلَ, إِنَّكَ لَطِيْفٌ لمَ تَزَلْ, أُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ (3×).
Yaa lathiifan lam yazal, ulthuf binaa fiimaa nazal. Innaka lathiifun lam tazal. Ulthuf binaa wal muslimiin (Dibaca 3 x).
Wahai Yang senantiasa bersikap lemah lembut, bersikap lemah lembutlah kepada kami pada apa saja turun. Sesungguhnya Engkau senantiasa Maha Lemah Lembut, maka bersikaplah lemah lembut kepada kami dan kaum muslimin.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (40× atau  100×).
Laa ilaaha illallooh (Dibaca 40 x  atau 100 x).
Tiada Tuhan selain Allah.

مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ (1×).
Muhammadur-rasuulullooh.
Muhammad utusan Allah

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ (7×).
Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil (Dibaca 7 x).
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ (11×)
Alloohumma shalli ‘alaa Muhammad. Alloo-humma shalli ‘alaihi wa sallim (Dibaca 11x).
Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ta’zhim kepada Muhammad. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada beliau.

أَسْتَغْفِرُ الله (11×). تَائِبُونَ اِلَى الله (3×).
Astaghfirullooh (Dibaca 11 x). Taa-ibuuna ilallooh  (Dibaca 3 x).
Aku Mohon ampun kepada Allah. Orang-orang yang bertaubat kepada Allah.

يَاأَللهُ بِهَا, يَاأَللهُ بِهَا, يَاأَللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ (3×).
Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihaa, Yaa Alloohu bihusnil khaatimah (Dibaca 3 x).
Ya Allah, dengannya. Ya Allah, dengannya. Ya Allah, semoga dalam keadaan khusnul khatimah.

غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ .  لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا, أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
Ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir. Laa yukallifulloohu nafsan illaa wus’ahaa, lahaa maa kasabat, wa ilaihaa maktasabat. Rabbanaa laa tu-aakhidznaa inna siinaa au akhtha’naa. Rabbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alalladziina min qablinaa. Rabba-naa walaa tuhammilnaa maalaa thaaqata lanaa bih. Wa’fu ‘annaa waghfir lanaa war-hamnaa. Anta Maulaa-naa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.
“Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggu-pannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QS al-Baqarah : 285-286).


______________________________________
*) Teks Doa diambil dari kitab asli "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani


Doa Memulai dan Mengakhiri Belajar – (199)

    a. Memulai Belajar dengan membaca :   رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا, وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ نَبِـيًّا   وَرَسُوْلاً. ...