Jama'ah Pengajian Google+

Monday, 12 June 2017

DOA NABI SAW UNTUK ABDULLOH BIN ABBAS - [157]




Doa ini juga baik kita gunakan untuk mendoakan anak-anak kita, para murid dan saudara kita

أَللَّهُمَّ  فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ .   (  رواه البخاري)
Artinya:
Ya Alloh, pandaikanlah ia dalam agama”. (HR Bukhari).

Menurut riwayat yang lain, teks doa Nabi untuk Abdulloh bin Abbas adalah :

أَللَّهُمَّ  فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَ عَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ
Artinya:
Ya Alloh, pandaikanlah ia dalam agama dan ajarilah ia takwil

Suatu ketika Nabi hendak melakukan sholat, dan lebih dahulu beliau ke kamar mandi. Mengetahui hal itu, segeralah seorang pemuda menyediakan air untuk wudhu dan peratan untuk sholat.  Melihat air telah tersedia, Nabi bertanya : “Siapa yang menyediakan ini?”. Salah seorang sahabat memberitahu beliau, bahwa yang menyediakannya adalah Abdulloh bin Abbas, maka beliau berdoa untuknya dengan doa seperti di atas.
Kelak di kemudian hari, Abdulloh bin Abbas tumbuh menjadi seorang sahabat yang paling ‘alim (berilmu pengetahuan), terutama dalam bidang tafsir Al-Qur’an.
Wahai para pemuda dan pelajar. Jika Anda ingin mendapatkan doa yang baik dan tulus dari pada guru dan kiyai Anda,maka berbuat baiklah (tawadhu’) kepadanya dan membantunya. Insya Alloh Anda akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Wahai para Guru, Ustadz, Pembina, Pembimbing, Muballigh dan Kiyai, jangan bosan-bosan mendoakan para murid dan santri Anda dengan tulus. Nabi Muhammad ketika hendak masuk kamar mandi masih sempat mendoakan murid atau sahabat anak-anak.
Abdulloh bin Abbas ikhlas menyediakan air buat wudhu Nabi, dan beliau pun ikhlas mendoakannya, sehingga Alloh mengabulkan doa tersebut.



 

DOA NABI SAW UNTUK ANAS BIN MALIK - [156]




Doa ini dapat juga digunakan untuk mendoakan anak-anak kita, para murid dan saudara kita,

أَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَ وَلَدَهُ  وَ بَارِكْ لَهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَهُ.    (رواه  البخاري)
Artinya :
Ya Alloh, perbanyaklah hartanya dan anak-anaknya, serta berkahilah semua yang Engkau berikan kepadanya”. (HR Bukhari).

Ketika cahaya Islam mulai bersinar di Makkah, Ummu Sulaim bin Malhan merupakan salah satu wanita yang mendapat hidayah Alloh, sehingga mampu menangkap cahaya tersebut, meskipun ia tahu resiko yang bakal terjadi. Pertama, ia menghadapi kemarahan suaminya, Malik bin Nadhor. Berbagai tekanan keras dari suaminya ia terima dengan penuh kesabaran, tak sedikitpun mengurangi dan menggoyahkan keimanannya. Puncaknya, ketika ia diketahui mengajari anaknya, Anas bin Malik, membaca kalimat syahadat, maka suaminya mengancam akan pergi meninggalkannya jika hal itu diteruskan dan ia tidak meninggalkan agama Islam yang baru dianutnya.
Apa yang diancamkan suaminya tersebut benar-benar terjadi dan ia pun dicerai, menjadi janda. Sepeninggal suaminya, ia membawa anaknya menghadap kepada Rosululloh, seraya berharap agar anaknya didoakan oleh beliau, menjadi pelayan beliau, dan berguru kepada beliau. Beliau menerimanya dengan senang hati dan berdoa untuknya dengan doa seperti tersebut di atas.
Berkat doa beliau, di kemudian hari Alloh menjadikan Anas bin Malik sebagai orang yang kaya raya dengan harta benda melimpah penuh keberkahan dan banyak anak keturunan.
Menurut riwayat yang lain, dengan sedikit perbedaan, bahwa Rosululloh berkunjung ke rumah keluarga Ummu Sulaim, kemudian berdoa untuk keluarga tersebut. Ummu Sulaim berkata : “Untuk pembantumu (Anas), kenapa engkau tidak mendoakannya secara khusus?”, maka beliau pun kemudian berdoa :

أَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَ وَلَدَهُ  وَأَطِلْ حَيَاتَهُ وَ اغْفِرْ لَهُ  .     (رواه مسلم)
Artinya :
Ya Alloh, perbanyaklah harta dan anak keturunannya, serta panjangkanlah umurnya dan ampunilah ia”. (HR. Muslim).

Berkat doa Nabi tersebut, Anas bin Malik berusia panjang sampai 130 tahun; kebunnya panen dua kali dalam setahun, tidak sama dengan kebun-kebun milik orang lain yang pada umumnya panen sekali dalam setahun; dan anak keturunannya sangat banyak. Dan yang lebih hebat lagi adalah bahwa sebagian besar dari anak keturunannya tersebut menjadi ulama’ dan penghafal Al-Qur’an.
Doa tersebut sangat baik kita pakai untuk mendoakan anak-anak kita, para murid, dan anak-anak saudara dan sahabat kita, baik sewaktu kita berjabat tangan dengan mereka, maupun pada waktu dan kesempatan yang lainnya. Jika doa tersebut digunakan untuk anak-anak perempuan, dhomir “ هُ ” (hu) diganti dengan “ هَا ”.
أَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهَا وَ وَلَدَهَا  وَ بَارِكْ لَهَا فِيْمَا أَعْطَيْتَهَا.
أَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهَا وَ وَلَدَهَا وَأَطِلْ حَيَاتَهَا وَ اغْفِرْ لَهَا. 
Bila kedua lafzh doa tersebut digabung, maka akan berbunyi sebagai berikut :
1). Untuk anak lelaki :
أَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ  وَ وَلَدَه  وَ بَارِكْ لَهُ   فِيْمَا أَعْطَيْتَهُ   وَأَطِلْ حَيَاتَهُ   وَ اغْفِرْ لَهُ. 
Artinya :  Ya Alloh, perbanyaklah harta benda dan anak-anaknya, berkahilah semua yang Engkau berikan kepadanya, panjangkan usianya dan ampunilah ia

2). Untuk anak perempuan :
أَللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهَا وَ وَلَدَهَا  وَ بَارِكْ لَهَا فِيْمَا أَعْطَيْتَهَا وَأَطِلْ حَيَاتَهَا وَ اغْفِرْ لَهَا
Artinya : “Ya Alloh, perbanyaklah harta benda dan anak-anaknya, berkahilah semua yang Engkau berikan kepadanya, panjangkan usianya dan ampunilah ia

DOA MOHON DIHINDARKAN DARI BENCANA AKIBAT HUJAN - [155]






أَللَّهُمَّ  حَوَالَيْنَا وَ لَا عَلَيْنَا.  
( رواه  الشيخان عن ابن مالك )
Artinya :
Ya Alloh, jatuhkan musibah (hujan) ini di sekitar kami, dan bukan pada kami”. (HR Bukhari dan Muslkim, dari Ibnu Malik).

Hampir setahun tidak turun hujan, sehingga masyarakat mengalami musim paceklik. Di tengah khutbah sholat jum’at, Rosululloh didatangi seorang lelaki Badui seraya mengatakan : “Ya Rosululloh, harta kami rusak binasa dan keluarga kami kelaparan”. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya seraya berdoa memohon diturunkan hujan. Sungguh menakjubkan, seketika itu awan datang beriringan di langit. Beliau masih berada di atas mimbar dan tangan beliau pun belum diturunkan, tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya.
Hujan tersebut terus-menerus turun selama seminggu, yakni sampai pada hari jum’at berikutnya, sehingga terjadi banjir dan merusak rumah dan apa saja yang ada. Maka pada hari itu pula si Baduwi datang lagi menghadap Rosululloh  seraya mengadukan : “Ya Rosululloh, harta benda dan rumah kami jadi rusak berantakan, gara-gara hujan turun terus-terusan”.  Beliaukemudian mengangkat kedua tangannya seraya berdoa dengan doa seperti tersebut di atas smbil memberi isyarat dengan tangan beliau. Tidak lama kemudian, hujan menjadi reda dan banjir pun hilang, sehingga tanah di kota Madinah dan sekitarnya menjadi subur kembali.